Slawi — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal membentuk Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di empat desa rawan bencana di wilayah Kecamatan Margasari. Pembentukan ini dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat – Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (KBBM–PERTAMA) yang dilaksanakan pada 3–6 November 2025 di Balai Desa Prupuk Utara.
Empat desa yang menjadi sasaran pembentukan SIBAT tersebut yaitu Desa Prupuk Utara, Kaligayam, Dukuh Tengah, dan Pakulaut. Masing-masing desa mengirimkan perwakilan dari unsur perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta relawan untuk mengikuti pelatihan. Total peserta mencapai 50 orang, termasuk perwakilan dari PMI Kecamatan Margasari.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa rawan bencana dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana di wilayahnya. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai manajemen risiko bencana, sistem peringatan dini, pemetaan risiko, pertolongan pertama berbasis masyarakat (CBFA), serta simulasi tanggap darurat.
Ketua PMI Kabupaten Tegal dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan SIBAT merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana, khususnya banjir yang sering melanda wilayah Margasari. “Kami berharap relawan SIBAT menjadi motor penggerak dalam pengurangan risiko bencana di desanya masing-masing,” ujarnya.
Pelatihan ini difasilitasi oleh PMI Provinsi Jawa Tengah, Pengurus PMI Kabupaten Tegal, dan para pelatih KBBM–PERTAMA, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Margasari, Pemerintah Desa, dan masyarakat setempat.
Dari hasil kegiatan, terbentuk empat kelompok relawan SIBAT desa yang akan berperan aktif dalam penyusunan rencana aksi desa tangguh bencana, kegiatan mitigasi, serta tanggap darurat di wilayahnya. Diharapkan keberadaan SIBAT menjadi ujung tombak kolaborasi antara PMI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun komunitas yang tangguh menghadapi bencana.





