PMI Kabupaten Tegal Bersama MAN 2 Tegal Sosialisasikan Program SPAB

Slawi – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bersama MAN 2 Tegal melaksanakan kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di MAN 2 Tegal. Kegiatan ini diikuti oleh 785 siswa dari 22 kelas serta 20 guru sebagai pendamping.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan tangguh bencana dengan meningkatkan kesiapsiagaan guru, siswa, dan staf dalam menghadapi potensi bencana, khususnya bencana yang sering terjadi di lingkungan MAN 2 Tegal, seperti angin puting beliung.

Materi yang disampaikan meliputi Mitigasi Bencana, Kesiapsiagaan Bencana, serta Simulasi Bencana. Narasumber kegiatan berasal dari PMI Kabupaten Tegal, yaitu Latifah, M. Ramedon, dan Ikfi Amalia.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para siswa dan guru semakin memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana angin puting beliung, serta telah memahami dan menyepakati jalur-jalur evakuasi dan titik kumpul (assembly point) yang aman di lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Aeni Nur Rokhmah, S.Pd, menyampaikan dengan adanya kegiatan Sosialisasi SPAB ini, siswa dan guru diharapkan menjadi tahu dan paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Kegiatan sosialisasi ini akan kami agendakan setiap semester,”katanya.
Salah satu peserta, Nur Fatimah Al Zahra kelas XI, mengungkapkan, sebagai siswa di sekolah, kegiatan sosialisasi SPAB sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah terhadap potensi bencana.
“Melalui kegiatan ini, kami mengetahui titik kumpul yang aman dan bagaimana cara evakuasi jika terjadi bencana seperti puting beliung,”ungkapnya.

Sementara itu, narasumber PMI Kabupaten Tegal, Latifah, menyampaikan, kami menyambut baik kegiatan ini karena merupakan salah satu bentuk mitigasi bencana di lingkungan MAN 2 Tegal. Harapannya, apabila terjadi bencana angin puting beliung, seluruh warga sekolah sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Kalau bisa kedepan sekolah harus sudah punya SOP nya yang mengatur atau berbagi peran siapa harus melakukan apa,”pungkasnya.

PMI Kabupaten Tegal berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna membangun budaya aman bencana di lingkungan satuan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Infografis

Cek Hoaks ataau Fakta
Waspada diare

Prestasi

Temu Sibat Nasional
Youth Red Cross and Vo...

Pelayanan Gawat Darurat dan Rujukan Awal. Kriteria: warga setempat, verifikasi singkat, tidak menanggung biaya operasional minimal untuk kasus tertentu.

Pengantar Jenazah & Pendampingan Keluarga. Fokus: pelaksanaan protokol humanis dan koordinasi dengan pihak keluarga/pihak berwenang.

Evakuasi, Triase, dan Logistik.
Tim tanggap cepat, Koordinasi BPBD dan Mitra Kesehatan Lainnya