Slawi – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal kembali mengirimkan relawan terbaiknya untuk membantu percepatan penanganan bencana skala nasional. Sebanyak dua orang relawan PMI Kabupaten Tegal resmi ditugaskan oleh PMI Pusat melalui PMI Provinsi Jawa Tengah untuk bergabung dalam TDB Banjir di wilayah Sumatera. Mereka ditempatkan bersama relawan PMI dari Kabupaten Brebes, Pemalang, Pekalongan, Purbalingga, Grobogan, Sukoharjo, Kendal, Klaten, dan Blora, serta didukung 10 armada truk tangki air bersih.
Penugasan kemanusiaan ini difokuskan pada upaya pemulihan di sejumlah wilayah terdampak banjir besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih. Relawan akan bertugas selama dua minggu, membantu distribusi air bersih serta mendukung operasional pemulihan lainnya di lapangan.
Secara nasional, PMI Pusat akan mengerahkan 60 unit mobil tangki air dalam operasi TDB Banjir Sumatera. Dari jumlah tersebut, 20 unit merupakan dukungan dari PMI Sumatera Barat, yang wilayahnya juga terdampak cukup parah.
Ketua PMI Kabupaten Tegal, H. Iman Sisworo, SH, menyampaikan bahwa relawan PMI selalu siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.
“Relawan kemanusiaan PMI Kabupaten Tegal selalu hadir dan bergerak cepat dalam penanganan bencana alam, baik di wilayah Jawa Tengah seperti di Cilacap dan Banjarnegara, maupun dalam respons bencana skala nasional seperti banjir di Sumatera. Kami terus mempersiapkan relawan dan memperkuat kesiapsiagaan melalui Posko PMI,” ungkapnya.
Saat ini, seluruh relawan PMI Kabupaten Tegal juga telah disiagakan di Posko PMI sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana lanjutan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (30/11/2025), tercatat 442 orang meninggal dunia, 402 orang hilang, 646 orang luka-luka, Korban tersebar di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari total korban meninggal, 217 orang berasal dari Sumatera Utara, 129 orang dari Sumatera Barat, dan 96 orang dari Aceh. Adapun korban hilang terdiri dari 209 orang di Sumut, 118 orang di Sumbar, serta 75 orang di Aceh.
Pengiriman relawan dan armada bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen PMI Kabupaten Tegal dalam misi kemanusiaan, baik di tingkat daerah maupun nasional, untuk membantu mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.





