Sibat Lakukan Simulasi Banjir

Sebagai puncak kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat – Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (KBBM–PERTAMA), para relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dari empat desa di Kecamatan Margasari melaksanakan Simulasi Penanganan Bencana Banjir pada hari keempat pelatihan, Kamis (6/11/2025), di Desa Prupuk Utara.

Dalam skenario simulasi tersebut, banjir diasumsikan terjadi di wilayah RW 03 Desa Prupuk Utara, yang menyebabkan 278 rumah terendam. Sebanyak 200 Kepala Keluarga atau sekitar 800 jiwa harus mengungsi ke tempat aman. Bencana ini juga berdampak pada 2 fasilitas pendidikan, 3 tempat ibadah, serta sejumlah peralatan elektronik dan perlengkapan rumah tangga yang ikut terendam.

Beberapa warga dalam simulasi diceritakan terjebak banjir dan mengalami luka-luka, sehingga tim SIBAT segera melakukan pertolongan pertama dan evakuasi terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Evakuasi dilakukan menggunakan tandu dan jaket pelampung, sementara warga lainnya diarahkan menuju pos pengungsian yang telah disiapkan oleh Posko Desa.

Dalam kegiatan ini, Posko Desa dan Relawan Siaga diaktifkan untuk mengoordinasikan respon darurat bersama unsur pemerintah desa dan masyarakat. Sementara itu, BPBD, Dinas Sosial, dan PMI Kabupaten Tegal digambarkan turut memberikan dukungan logistik dan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. Posko Desa juga membuka dapur umum dan pos bantuan, yang dikelola bersama oleh relawan dan masyarakat setempat.

Kepala Desa Prupuk Utara, Sri Lastari Katur Daryanti, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan simulasi yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Simulasi ini menggambarkan situasi yang sering kami hadapi saat Kali Pemali meluap. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat dan relawan menjadi lebih siap, tahu apa yang harus dilakukan, dan dapat saling membantu saat bencana benar-benar terjadi,” ujar Sri Lastari.

Simulasi berjalan dengan dramatik dan realistis, menggambarkan situasi darurat yang kerap terjadi di wilayah rawan banjir seperti Kecamatan Margasari. Melalui kegiatan ini, para relawan SIBAT berlatih koordinasi, komunikasi, serta langkah-langkah cepat dalam menghadapi bencana.

Ketua PMI Kabupaten Tegal mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.

SIBAT adalah garda terdepan penanganan bencana di tingkat desa. Dengan latihan seperti ini, mereka menjadi lebih tangguh dan terlatih dalam memberikan respon cepat,” ujarnya.

Simulasi banjir ini sekaligus menandai penutupan rangkaian Pelatihan KBBM–PERTAMA, yang berlangsung sejak 3 hingga 6 November 2025. Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Tegal berharap relawan SIBAT dapat menjadi penggerak utama dalam upaya pengurangan risiko dan penanganan bencana di wilayahnya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Infografis

Cek Hoaks ataau Fakta
Waspada diare

Prestasi

Temu Sibat Nasional
Youth Red Cross and Vo...

Pelayanan Gawat Darurat dan Rujukan Awal. Kriteria: warga setempat, verifikasi singkat, tidak menanggung biaya operasional minimal untuk kasus tertentu.

Pengantar Jenazah & Pendampingan Keluarga. Fokus: pelaksanaan protokol humanis dan koordinasi dengan pihak keluarga/pihak berwenang.

Evakuasi, Triase, dan Logistik.
Tim tanggap cepat, Koordinasi BPBD dan Mitra Kesehatan Lainnya